Articles

Cara Membuat Press Release yang Menarik Perhatian Media

Di era digital saat ini, press release tetap menjadi salah satu strategi paling efektif dalam dunia Public Relations (PR) untuk membangun reputasi, meningkatkan brand awareness, dan mendapatkan liputan media. Namun, tidak semua press release berhasil menarik perhatian jurnalis.

Lalu, bagaimana cara membuat press release yang menarik perhatian media dan meningkatkan peluang publikasi? Simak panduan lengkap berikut ini.


Apa Itu Press Release?

Press release adalah dokumen resmi yang dibuat oleh perusahaan atau organisasi untuk menyampaikan informasi penting kepada media, seperti peluncuran produk, kerja sama bisnis, pencapaian perusahaan, hingga kegiatan CSR.

Menurut praktik yang berkembang dalam dunia Public Relations Society of America, press release yang efektif harus informatif, relevan, dan memiliki nilai berita (news value) yang jelas.


Mengapa Press Release Penting?

Press release memiliki beberapa manfaat utama:

  • Meningkatkan kredibilitas brand
  • Mendapatkan eksposur media tanpa biaya iklan besar
  • Membangun reputasi profesional
  • Mengontrol narasi dan pesan perusahaan

Dalam konteks komunikasi modern, press release juga mendukung strategi digital marketing karena dapat meningkatkan visibilitas di mesin pencari.


7 Cara Membuat Press Release yang Menarik Perhatian Media

1. Tentukan Sudut Pandang yang Bernilai Berita (Newsworthy)

Media hanya tertarik pada informasi yang relevan dan memiliki dampak. Pastikan press release Anda memiliki nilai berita seperti:

  • Peluncuran produk inovatif
  • Data atau riset terbaru
  • Kolaborasi strategis
  • Pencapaian signifikan
  • Event berskala besar

Tanyakan pada diri sendiri: “Mengapa publik perlu tahu informasi ini sekarang?”


2. Gunakan Judul yang Kuat dan Menarik

Judul adalah faktor penentu apakah jurnalis akan membaca lebih lanjut atau tidak.

Tips membuat judul press release:

  • Singkat (maksimal 15 kata)
  • Spesifik
  • Mengandung angka atau data
  • Hindari clickbait berlebihan

Contoh:

“Startup EdTech Lokal Raih Pendanaan Rp50 Miliar untuk Ekspansi Nasional”


3. Terapkan Struktur Piramida Terbalik

Gunakan struktur yang umum dipakai dalam jurnalisme:

Paragraf pertama harus menjawab 5W+1H:

  • What (Apa)
  • Who (Siapa)
  • When (Kapan)
  • Where (Di mana)
  • Why (Mengapa)
  • How (Bagaimana)

Setelah itu, baru tambahkan detail pendukung.


4. Sertakan Kutipan Resmi (Quote)

Tambahkan pernyataan dari CEO, Founder, atau pihak terkait untuk memberikan sentuhan humanis.

Contoh:

“Kami percaya inovasi ini akan membantu UMKM berkembang lebih cepat di era digital,” ujar CEO perusahaan.

Kutipan membuat press release terasa lebih kredibel dan layak diberitakan.


5. Gunakan Bahasa Profesional dan Jelas

Hindari bahasa promosi berlebihan seperti:

  • “Terbaik di dunia”
  • “Paling hebat”
  • “Nomor satu tanpa tanding”

Media lebih menyukai bahasa informatif dan objektif.


6. Sertakan Data dan Fakta Pendukung

Press release yang kuat biasanya dilengkapi dengan:

  • Statistik
  • Hasil riset
  • Data industri
  • Insight tren pasar

Misalnya, jika membahas transformasi digital, Anda bisa mengutip data dari laporan lembaga terpercaya seperti McKinsey & Company atau World Economic Forum untuk memperkuat narasi.


7. Cantumkan Informasi Kontak yang Jelas

Jangan lupa menambahkan:

  • Nama PIC
  • Nomor telepon
  • Email
  • Website resmi

Tanpa informasi kontak, media akan kesulitan melakukan follow-up.


Format Standar Press Release

Berikut struktur umum press release profesional:

  1. Headline
  2. Subheadline (opsional)
  3. Tanggal dan lokasi
  4. Lead paragraph (5W+1H)
  5. Detail informasi
  6. Kutipan
  7. Tentang perusahaan (Boilerplate)
  8. Kontak media

Tips Tambahan Agar Press Release Dimuat Media

  • Kirim ke jurnalis yang relevan dengan industrinya
  • Personalisasi email pitch
  • Hindari mengirim mass email tanpa segmentasi
  • Kirim di jam kerja (09.00–14.00)
  • Follow up secara profesional (maksimal 1–2 kali)

Kesalahan yang Harus Dihindari

Beberapa kesalahan umum dalam membuat press release:

  • Terlalu panjang (idealnya 400–600 kata)
  • Tidak memiliki nilai berita
  • Terlalu promosi
  • Tidak menyertakan data
  • Salah ejaan atau tata bahasa

Cara membuat press release yang menarik perhatian media bukan hanya soal menulis informasi, tetapi tentang bagaimana menyajikannya secara strategis, relevan, dan profesional.

Dengan judul yang kuat, struktur piramida terbalik, data pendukung, serta kutipan yang tepat, peluang press release Anda untuk dimuat media akan jauh lebih besar.

Jika dilakukan secara konsisten, press release bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga aset strategis dalam membangun reputasi jangka panjang perusahaan Anda.